ICON
IMG-LOGO

Blog

IMG-BLOG

Motif Batik Parang, Tidak Bisa Digunakan Sembarangan!

Batika | 30 April 2022 | produk | di baca sebanyak 133 kali


Hai, Batikers, kali ini Minka mau bahas tentang motif Batik parang, yang katanya gabisa di pakai sembarangan loh.

Kira-kira kenapa ya? Yuk simak bareng-bareng

Di Indonesia ada berbagai macam motif dan jenis batik, tiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya motif batik parang yang berasal dari Yogyakarta, konon katanya motif parang ini, menjadi motif yang sakral dan tidak bisa dipakai sembarang orang loh!

Pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII bertahta (1921-1939), motif parang dan variasinya menjadi batik larangan yang sangat ditekankan di Keraton Yogyakarta. Penggunaannya secara khusus tertuang dalam “Rijksblad van Djokjakarta” tahun 1927, tentang Pranatan Dalem Bab Jenenge Panganggo Keprabon Ing Keraton Nagari Yogyakarta.

Ada dua makna yang terkandung di motif parang ini:

1. Motif ini berasal dari pola bentuk pedang yang biasa dikenakan para ksatria dan penguasa saat berperang. Ksatria yang mengenakan motif ini akan menambah kekuatan mereka.

 

2. Motif parang ini diciptakan Panembahan Senapati saat melihat gerak ombak Laut Selatan yang menabrak karang. Sehingga pola garis lengkungnya diartikan sebagai ombak lautan yang menjadi pusat tenaga alam. Komposisi miring yang ada di motif parang ini juga menjadi lambang kekuasaan, kebesaran, kewibawaan, dan kecepatan gerak.

 

Jenis motif parang dan artinya.

-Parang Kletik memiliki arti sebagai Parang yang sangat kecil dan biasa digunakan oleh Putri dan anak perempuan Raja.

-Parang Gendreh memiliki ukuran medium dan biasa digunakan oleh Ratu dan anak Raja.

-Parang Barong yang memiliki ukuran Parang yang besar dan digunakan oleh Raja. Oleh karena itu, tidak ada yang boleh memakai Parang Barong saat ke Istana atau Keraton.

-Parangkusumo yang juga digunakan secara turun-temurun oleh keturunan Raja dan dipakai saat di keraton.

-Parang Pamor digunakan dengan harapan agar si pemakai mampu berwibawa.

-Parang Rusak merupakan motif yang hanya dapat digunakan di Keraton. Biasanya motif ini mampu mengidentifikasi asal Keraton pemakainya.

 

?Wah sangat menarik ya, makna dari motif batik parang ini, terdapat arti dan filosofi yang mendalam dan menambah value dari batik itu sendiri. Beruntungnya, sekarang kita bisa menggunakan motif ini dengan berbagai macam model baik dalam bentuk baju atau tas loh! Motif parang ini juga menjadi salah satu motif yang banyak di cari loh Batikers.

 

 



Referensi:

https://kumparan.com/tugujogja/batik-parang-motif-batik-yang-tak-bisa-digunakan-sembarangan-1uJQ8YgFc6E

https://www.kratonjogja.id/kagungan-dalem/12/motif-batik-larangan-keraton-yogyakarta

 

 

 

 

 

?


Kategori

Contact Us